Jumat, 27 November 2020

Bahasa Inggris Bisnis 1 : 16 Sentence Active to be Passive

 

Kalimat : Fadilah melebarkan wirausahanya ke dalam kancah internasional

Simple Present Tense

1.      Active             : Fadilah expands her business into the international scene 

Passive            : Business expanded by fadilah into the international scene

 

Present Continuous Tense

2.      Active             : Fadilah is expanding her business into the international scene

Passive            : Business is being expanded by fadilah into the international scene

 

Present Perfect Tense

3.      Active             : Fadilah has expanded her business into the international scene

Passive            : Business has been expanded by fadilah into the international scene

 

Present Perfect Continuous Tense

4.      Active             : Fadilah has been expanding her business into the international scene

Passive            : Business has been being expanded by fadilah into the international scene

 

Simple Past Tense

5.      Active             : Fadilah expanded her business into the international scene

Passive            : Business was expanded by fadilah into the international scene

 

Past Continuous Tense

6.      Active             : Fadilah was expanding her business into the international scene

Passive            : Business was being expanded by fadilah into the international scene

 

Past Perfect Tense

7.      Active             : Fadilah had expanded her business into the international scene

Passive            : Business had been expanded by fadilah into the international scene

 

Past Perfect Continuous Tense

8.      Active             : Fadilah had been expanding her business into the international scene   

Passive            : Business had been being expanded by fadilah into the international scene

 

Simple Future Tense

9.      Active             : Fadilah is going to expand her business into the international scene

Passive            : Business is going to be expanded by fadilah into the international scene

 

Future Continuous Tense

10.  Active             : Fadilah will be expanding her business into the international scene

Passive            : Business will be being expanded by fadilah into the international scene

 

Future Perfect Tense

11.  Active             : Fadilah will have expanded her business into the international scene

Passive            : Business will have been expanded by fadilah into the international scene

 

Future Perfect Continuous Tense

12.  Active             : Fadilah will have been expanding her business into the international scene

Passive            : Business will have been being expanded by fadilah into the international scene

 

Simple Past Future Tense

13.  Active             : Fadilah would expand her business into the international scene

Passive            : Business would be expanded by fadilah into the international scene

 

Past Future Continuous Tense

14.  Active             : Fadilah would be expanding her business into the international scene
Passive            : Business would be being expanded by fadilah into the international scene

 

Past Future Perfect Tense

15.  Active             : Fadilah would have expanded her business into the international scene

Passive            : Business would have been expanded by fadilah into the international scene

 

Past Future Perfect Continuous Tense

16.  Active             : Fadilah would have been expanding her business into the international scene

Passive            : Business would have been being expanded by fadilah into the international scene

Selasa, 20 Oktober 2020

Bahasa Inggris Bisnis : Sentence To Bee 16 English Tenses

 

Kalimat : Fadilah melebarkan wirausahanya ke dalam kancah internasional

  • Simple Present Tense : Fadilah expands her business into the international scene 
  •  Present Continuous Tense : Fadilah is expanding her business into the international scene
  • Present Perfect Tense : Fadilah has expanded her business into the international scene
  • Present Perfect Continuous Tense : Fadilah has been expanding her business into the international scene
  • Simple Past Tense : Fadilah expanded her business into the international scene
  • Past Continuous Tense : Fadilah was expanding her business into the international scene
  • Past Perfect Tense : Fadilah had expanded her business into the international scene
  • Past Perfect Continuous Tense : Fadilah had been expanded her business into the international scene   
  • Simple Future Tense : Fadilah is going to expand her business into the international scene
  • Future Continuous Tense : Fadilah will be expanding her business into the international scene
  • Future Perfect Tense : Fadilah will have expanded her business into the international scene
  • Future Perfect Continuous Tense : Fadilah will have been expanding her business into the international scene
  •  Simple Past Future Tense: Fadilah would expand her business into the international scene
  • Past Future Continuous Tense : Fadilah would be expanding her business into the international scene
  •  Past Future Perfect Tense : Fadilah would have expanded her business into the international scene
  • Past Future Perfect Continuous Tense : Fadilah would have been expanding her business into the international scene

 

Sabtu, 21 Maret 2020

Statistika Kasus Pendugaan

Soal 1
Berdasarkan data dari 5 buah warnet di Margonda, diketahui waktu rata-rata 64 pengguna internet melakukan penjelajahan (browsing) 420 menit setiap minggu dengan simpangan baku 22.5 menit. Pengusaha warnet ingin menanbah jumlah PC yang mereka sediakan, sebelumnya mereka perlu informasi tentang rata-rata waktu yang digunakan seseorang untuk browsing. Prediksilah rata-rata waktu yang digunakan seseorang setiap minggu untuk browsing. Tingkat signifikan 98%.
𝑫𝒊𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊 ∶
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑆𝑖𝑔𝑛𝑖𝑓𝑖𝑘𝑎𝑛 = 98%
α = 2%
𝛼 2
= 1%
𝑍 1% = 𝑍0,01 = 2,33
𝑋 ̅ = 420 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑆 = 22,5 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑛 = 64
𝑹𝒖𝒎𝒖𝒔 ∶ 𝑿 ̅ − 𝒁𝟎,𝟎𝟏 𝒔 √𝒏 < 𝝁 < 𝑿 ̅ + 𝒁𝟎,𝟎𝟏 𝒔 √𝒏
𝑱𝒂𝒘𝒂𝒃 ∶
= 420 − (2,33) 22,5 √64 < 𝜇 < 420 + (2,33) 22,5 √64
= 420 − 6,553125 < 𝜇 < 420 + 6,553125
= 413,446875 < 𝜇 < 426,553125
= 413,4 < 𝜇 < 426,5 

Soal 2
ZIP-Net suatu Internet Provider mencatat rata-rata waktu 36 pelanggan mengakses website bergambar secara lengkap 210 detik, dengan simpangan baku 30 detik.ZIP-Net bermaksud  menambahkan  perangkat  lunak  pengolah  gambar  yang memungkinkan pelanggan lebih cepat mengakses website bergambar. Sebelumnya perusahaan ini ingin mengetahui kecepatan rata-rata seseorang dalam mengakses gambar. Dugalah pada tingkat signifikan 92%.
𝑫𝒊𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒊 ∶
𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑆𝑖𝑔𝑛𝑖𝑓𝑖𝑘𝑎𝑛 = 92%
𝛼 = 8% 𝛼 2 = 4% 𝑍4% = 𝑍0,04 = 1,75
𝑋 ̅ = 210 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
𝑆 = 30 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘
𝑛 = 36
𝑹𝒖𝒎𝒖𝒔 ∶ 𝑿 ̅ − 𝒁𝟎,𝟎𝟒 𝒔 √𝒏 < 𝝁 < 𝑿 ̅ + 𝒁𝟎,𝟎𝟒 𝒔 √𝒏
𝑱𝒂𝒘𝒂𝒃 ∶
= 210 − (1,75) 30 √36 < 𝜇 < 210 + (1,75) 30 √36
= 210 − 8,75 < 𝜇 < 210 + 8,75
= 201,25 < 𝜇 < 218,75

Jumat, 14 Juni 2019

Neraca Pembayaran


Neraca pembayaran (balance of payment) adalah suatu catatan sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan negara lain pada periode waktu tertentu. Penduduk di dalam suatu neraca pembayaran tersebut meliputi perorangan, badan hukum, dan pemerintah. Sistem pencatatan pada neraca pembayaran ada dua diantaranya yaitu debit (-) dan kredit (+). Debit (-) merupakan bertambahnya kewajiban atau utang penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran terhadap penduduk negara lain. Sedangkan kredit (+) adalah bertambahnya hak penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.
Selanjutnya Hady (2001) mendefinisikan neraca pembayaran (balance of payment) adalah suatu catatan yang disusun secara sistematis tentang seluruh transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan barang atau jasa, transfer keuangan atau moneter antara penduduk suatu negara dan penduduk luar negeri untuk suatu periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Lalu Nopirin (2010:165) menjelaskan bahwa neraca pembayaran adalah catatan yang sistematis tentang transaksi ekonomi internasional antara penduduk negara tersebut dengan negara lain dalam jangka waktu tertentu.  Ada pula Sugiyono (2002), menurutnya neraca pembayaran merupakan suatu catatan yang sistematis mengenai transaksi ekonomi yang dilakukan oleh penduduk (residen) suatu negara dengan penduduk negara lain (non residen) dalam jangka waktu tertentu. Dan Dumairy (1996:90) mengatakan bahwa dalam konteks neraca pembayaran ada beberapa macam pengertian seimbang (balanced). Biasanya yang terjadi ialah ketidakseimbangan dalam unsur yang satu diimbangi dengan ketidakseimbangan lawan dalam unsur yang lain.
Dalam neraca pembayaran terdapat komponen-komponen utama yaitu neraca berjalan (current account), neraca modal (capital account), dan neraca moneter (monetary account). Salvatore (1996) neraca berjalan adalah suatu neraca yang merangkum seluruh penjualan dan pembelian berbagai barang dan jasa pendapatan investasi dan transfer unilateral dari suatu negara. Dalam neraca berjalan dicatat setiap transaksi yang menyebabkan pertukaran barang dan jasa, penerimaan deviden serta adanya penerimaan hadian atau bantuan. Sedangkan pada neraca modal (capital account) mencatat transaksi penerimaan atau pembayaran sehubungan dengan peminjaman dan penanaman modal yang terjadi di antara dua negara atau lebih. Dan pada neraca moneter (monetary account) terjadi pencatatan mutasi dalam hubungannya dengan IMF serta memperlihatkan perkembangan atau perubahan cadangan devisa suatu negara.



Daftar Pustaka
Dumairy. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Hady, Dr. Hamdy. 2001. Ekonomi Internasional : Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Nopirin. 2010. Ekonomi Internasional Edisi ke-3. Yogyakarta : BPFE.
Salvatore, Dominick. 1996. Managerial Economics in a Global Economy. NewYork : McGraw-Hill.
Sugiyono, F.X. 2002. Neraca Pembayaran (Konsep, Metodologi, dan Penerapan). Jakarta : Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.



Otonomi Daerah untuk Pembangunan Ekonomi Daerah


Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur serta mengurus sendiri urusan pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Menurut Syarief Saleh, Otonomi Daerah adalah suatu hak untuk mengatur serta memerintah daerah sendiri dimana hak tersebut ialah hak yang diperoleh dari suatu pemerintah pusat. Menurut Ateng Syarifuddin, Otonomi Daerah memiliki makna kebebasan atau kemandirian namun bukan kemerdekaan (untuk merdeka) melainkan hanya sebuah kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu terwujud sebagai suatu pemberian kesempatan yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Menurut H.A.W. Widjaja, Otonomi Daerah adalah kewenangan daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pelaksanaan otonomi daerah di tanah air sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Dengan dilaksanakan otonomi daerah tersebut sekaligus mengubah sistem hubungan pusat daerah yang tadinya sangat sentralistik menjadi lebih terdesentralisasi. Perubahan sistem ini dimaksudkan agar pembangunan daerah bisa lebih cepat berkembang dan potensi lokal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendukung pembangunan tersebut. Namun demikian setelah berjalan beberapa tahun, banyak problematik yang ditemui di lapangan. Pembangunan daerah masih terkendala oleh berbagai masalah, baik yang sudah diperkirakan sebelumnya maupun yang tidak terduga sama sekali.
Masalah-masalah berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia lokal, korupsi yang meluas ke daerah, kesenjangan antardaerah kaya dan miskin, kesenjangan pendanaan pembangunan, fanatisme kedaerahan yang tinggi, koordinasi pusat provinsi kabupaten atau kota yang semakin buruk, dan banyak lagi lainnya, merupakan isu yang sering muncul ke permukaan berkaitan dengan implementasi otonomi daerah tersebut. Dalam kondisi yang demikian maka pengayaan informasi dan pengetahuan untuk lebih memahami masalah-masalah berkaitan dengan otonomi daerah menjadi sangat diperlukan.
DAFTAR PUSTAKA
Saleh, Syarief. 1973. Otonomi Daerah Dan Daerah Otonom. Jakarta : Endang.
Syarifuddin, Ateng. 1985. Pasang Surut Otonomi Daerah. Jakarta : Bina Aksara.
H.A.W Widjaja. 1998. Otonomi Daerah di Indonesia. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Pertumbuhan Ekonomi berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB)


Produk Domestik Bruto merupakan jumlah total keseluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara pada periode tertentu dan dipakai sebagai tolak ukur tingkat pertumbuhan perekonomian di negara tersebut. Dalam hal ini, semakin besar Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara maka kinerja perekonomian di negara tersebut dianggap semakin baik. Dengan kata lain, PDB adalah indikator tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu negara. Kegiatan perekonomian di suatu negara akan menghasilkan barang dan jasa yang diproduksi oleh warga negara, perusahaan negara, dan perusahaan swasta. Dalam hal ini perusahaan swasta adalah perusahaan asing dan domestik yang beroperasi di wilayah Indonesia.
Di Indonesia antara periode 2000-2004 pemulihan ekonomi terjadi dengan rata-rata pertumbuhan PDB sebesar 4,6 persen per tahun. Setelah itu, pertumbuhan PDB berakselerasi dengan pengecualian pada tahun 2009 akibat guncangan dan ketidakjelasan finansial global, terjadinya arus modal keluar dari Indonesia maka pertumbuhan PDB Indonesia jatuh menjadi 4,6 persen, sebuah angka yang sebenarnya masih mengagumkan pada tahun itu dan kemudian memuncak menjadi 6,5 persen pada tahun 2011. Periode pemulihan dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan antara tahun 2000 dan 2011 itu terutama disebabkan oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga di tengah menguatnya PDB per kapita serta daya beli konsumen dan ledakan harga komoditas pada tahun 2000-an (2000s commodities boom). Namun, era boom komoditas pada tahun 2000-an juga merupakan sebuah peluang yang terlewatkan karena pemerintah Indonesia gagal mengurangi ketergantungan negaranya terhadap ekspor komoditas (mentah). Maka, ketika harga komoditas merosot setelah 2011 ekspansi ekonomi Indonesia mulai melambat dengan cepat. Antara tahun 2011 dan 2015 suatu periode perlambatan ekonomi muncul sebuah perlambatan yang memprihatinkan.
Kemudian Ekonomi Indonesia tahun 2017 tumbuh 5,07 persen lebih tinggi dibanding capaian tahun 2016 sebesar 5,03 persen. Dari  sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 9,81 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar  9,09 persen. Ekonomi  Indonesia  triwulan  IV-2017 bila  dibandingkan triwulan IV-2016 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,19 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa perusahaan sebesar 9,25 persen. Dari sisi pengeluaran,  pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 8,50 persen.

Perekonomian di Indonesia


Definisi perekonomian di Indonesia ada bermacam-macam menurut para ahli diantaranya menurut Chester A. Bernard mengatakan bahwa perekonomian Indonesia merupakan suatu sistem yang pada dasarnya adalah organisasi besar. Pada organisasi tersebut terjadi ikatan antara subjek dengan objek. Definisi ini dapat disimpulkan menjadi suatu sistem yang dikelola secara terpadu dan berbaur. Namun masing-masing bagian di dalamnya tetap memiliki karakteristik dan ciri-ciri tersendiri, sehingga bagian-bagian yang tergabung mudah untuk dibedakan. Sedangkan menurut L. James Havery mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia merupakan suatu sistem yang berguna untuk membuat rangkaian komponen antara satu dengan yang lain dalam prosedur logis dan rasional guna mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Havery menekankan bahwa kesatuan adalah hal yang mutlak terjadi dalam sistem perekonomian.
Subjek          :         aaaaaaaaa
Predikat        :         aaaaaaaaa
Objek           :         aaaaaaaaa
Keterangan   :         aaaaaaaaa

Rabu, 19 Desember 2018

Bisnis Internasional


Bisnis internasional menurut para ahli diantaranya menurut Griffin (2010) “bisnis internasional adalah transaksi bisnis antara beberapa pihak lebih dari satu negara”. Menurut Hadi (2010) “bisnis internasional adalah suatu studi tentang transaksi ekonomi yang meliputi perdagangan internasional (ekspor dan impor) dan foreign investment (direct maupun indirect) yang dilakukan oleh individu dan perusahaan atau organisasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan dan manfaat tertentu”. Menurut Cavusgil (2008) “bisnis internasional adalah aktivitas perdagangan dan investasi yang dilakukan oleh perusahaan melintas batas satu negara dengan negara lainnya”. Menurut Daniels, Radebaugh, dan Sullivan (2004) “bisnis internasional adalah semua transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara dua negara atau lebih”. Menurut Ball, McCullach, Frantz, Geringer, dan Minor (2006) “bisnis internasional adalah suatu bisnis yang kegiatannya melampaui batas negara, yang mencakup perdagangan internasional, pariwisata, transportasi, dan lainnya”.
          “Bisnis Internasional merupakan semua transaksi bisnis yang dilakukan oleh swasta maupun pemerintah yang melibatkan dua atau lebih negara”. Kegiatan bisnis internasional bagi swasta bertujuan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Sedangkan bagi pemerintah kegiatan bisnis ini bukan hanya untuk mendapatkan keuntungan, akan tetapi juga memiliki tujuan untuk kesejahteraan sosial. Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melalui batas-batas suatu negara. Bisnis internasional memiliki beberapa kegiatan yaitu kegiatan ekspor dan impor, perdagangan jasa, dan investasi portofolio.
          Kegiatan ekspor dan impor barang bertujuan untuk mendapatkan bahan baku yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama barang yang tidak diproduksi didalam negeri. Kegiatan ekspor impor merupakan transaksi ekonomi yang sangat fundamental dan sebagian negara menempati posisi dominan. Pada kegiatan perdagangan jasa seperti asuransi, perbankan, hotel, konsultan, travel, dan transportasi perorangan atau perusahaan dibayar atas pelayanan yang telah diberikan terhadap negara lain atau asing. Sedangkan pada kegiatan investasi portofolio seperti pembelian obligasi, saham dalam negeri oleh perorangan atau perusahaan asing. Kegiatan ini merupakan investasi keuangan yang dilakukan diluar negeri. Investor dapat membeli saham, obligasi, dan lainnya dengan harapan mendapat manfaat finansial dari investasi tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Kartawinata, Budi R., Aditya wardhana, dan Syahputra. 2014. Bisnis Internasional. Bandung : PT. Karya Manunggal Lithomas
Nurjihan, Ghina. 2016. Bisnis Internasional (pengantar bisnis). https://ghinanurjihan.wordpress.com/2016/12/30/bisnis-internasional-pengantar-bisnis/. 18 Desember 2018.

Senin, 17 Desember 2018

Laporan Keuangan



          Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses pencatatan dan perhitungan yang berisi ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan selama periode tertentu. Laporan keuangan menurut beberapa para ahli diantaranya menurut Birgham dan Houston (2010) “laporan keuangan adalah beberapa lembar kertas yang berisi tulisan angka-angka namun sangat penting juga untuk memikirkan asset nyatanya yang berada dibalik angka tersebut”. Menurut Subramanyam (2010) “laporan keuangan ialah produk akhir dari sebuah pelaporan transaksi keuangan yang penyusunannya diatur oleh standar atau aturan ilmu akuntansi, insentif manager, mekanisme pelaksanaan dan pengawasan perusahaan”. Sedangkan menurut Harahap (2008) “laporan keuangan adalah output/proses akhir dari proses akuntansi”. Dengan ini laporan keuangan sangatlah penting bagi setiap perusahaan karena berfungsi untuk mengetahui posisi keuangan didalam perusahaan tersebut apakah pada posisi laba atau rugi.
          Laporan keuangan memiliki beberapa jenis diantaranya neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporas arus kas informasi, dan catatan atas laporan keuangan. Neraca yaitu berisi gambaran posisi keuangan yang menunjukkan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Laporan laba rugi adalah ringkasan aktivitas transaksi pada perusahaan yang akan berpengaruh pada stabilitas, prediksi pada suatu periode yang menghasilkan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha. Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menyajikan peningkatan maupun penurunan aktiva-aktiva bersih atau kekayaan perusahaan selama periode tertentu. Laporan arus kas informasi berfungsi untuk meneliti ketepatan perkiraan arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya. Catatan atas laporan keuangan adalah penjelasan atau rincian jumlah yang ada pada neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.

DAFTAR PUSTAKA
·       Irawati, Susan. 2006. Manajemen Keuangan. Bandung : PT.Pustaka.
·       Kasmir. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Rajawali Pers.

Manajemen Pemasaran



          Manajemen pemasaran adalah alat analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian kegiatan tukar menukar dengan maksud untuk mencapai tujuan utama perusahaan yaitu memperoleh laba atau keuntungan. Menurut William J. Stanton “manajemen pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli maupun penjual”. Manajemen pemasaran sangat berperan penting dalam perusahaan untuk menyusun cara bagaimana mendapatkan keuntungan. Manajemen pemasaran memiliki berbagai cara untuk dapat menarik dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan kepada pelanggan. Dalam hal ini tanpa adaanya manajemen pemasaran yang baik akan sulit bagi perusahaan tersebut untuk mendapatkan keuntungan.
          Manejemen pemasaran memiliki 3 konsep penting yaitu market oriented berorientasi pada keinginan konsumen, penyusunan kegiatan pemasaran secara terpadu, dan pencapaian tingkat kepuasan konsumen. Menurut Stanton (1978) “konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan”. Dalam manajemen pemasaran perusahaan merencanakan target pasar dan produk yang akan dipasarkan kepada konsumen dan menentukan harga dengan kualitas yang baik. Perusahaan harus mendapatkan kepuasan dari konsumen dengan ini tujuan perusahaan tersebut akan tercapai dengan baik. Konsumen yang puas dengan produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut akan terus menerus menggunakan produk tersebut. Dengan ini mendapatkan laba bukan hal yang sulit lagi bagi perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Philip, Kotler. 2004. Manajemen Pemasaran. Jakarta : Milenium.    

Manajemen Sumber Daya Manusia



          Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu yang mempelajari cara menangani berbagai permasalahan dalam lingkungan kerja karyawan untuk meningkatkan produksivitas kerja. Bagian yang biasa menangani sumber daya manusia dikenal dengan “HRD (Human Resource Departement)”. HRD berfungsi untuk mengelola keahlian, meningkatkan, dan memotivasi para karyawan untuk mencapai kinerja terbaik dan memastikan para karyawan tetap berkomitmen pada perusahaan. Divisi ini juga mengatur dan mengelola hak dan kewajiban para karyawan. Hak dan kewajiban yang seimbang dapat membuat lingkungan kerja menjadi lebih nyaman dan dapat meningkatkan kinerja para karyawan.
          Hak dan kewajiban yang dikelola dalam manajemen sumber daya manusia menyangkut segala hal bagi para karyawan atau tenaga kerja. Salah satu contoh hak yang dimiliki para karyawan pada umumnya adalah gaji dan bonus. Gaji dan bonus diharapkan dapat meningkatkan kinerja para karyawan atau tenaga kerja. Dengan ini para karyawan akan merasa diberikan penghargaan dari hasil kerjanya. Untuk kewajiban yang dimiliki para karyawan atau tenaga kerja adalah bekerja untuk menyelesaikan pekerjaan. Disinilah HRD sangat berperan penting untuk perusahaan karena tanpa adanya manajemen sumber daya manusia perusahaan tidak akan berjalan dengan baik dan lancar. Tanpa pengawasan dan bimbingan yang baik dari HRD para karyawan atau tenaga kerja tidak akan melakukan kewajibannya dengan baik, dan jika hak yang diberikan perusahaan tidak sesuai dengan pekerjaan yang mereka berikan maka para karyawan tidak bekerja dengan maksimal.

DAFTRA PUSTAKA
·       Dessler, Gary. 2003. Manajemen Sumber Daya Edisi kesepuluh Jilid I. Terjemahan Paramita Rahayu. Klaten : Intan Sejati.
·       Siagian, Sondang P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Manajemen dan Organisasi Bisnis



          Secara bahasa atau etimologi manajemen berasal dari bahasa Perancis Kuno yaitu “menagement” yang artinya seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan dengan cara bekerja sama. Dalam penerapannya manajemen memiliki subyek dan obyek. “Subyek” yaitu orang yang mengatur sedangkan “Obyek” adalah orang yang diatur. Manajemen memiliki 5 fungsi utama yaitu Perencanaan (Planning), Mengorganisasi (Organizing), Penempatan (Staffing), Mengkoordinasi (Coordinating), dan Mengontrol (Controlling). Manajemen sangat penting untuk menjalankan suatu badan usaha atau perusahaan karna tanpa adanya manajemen yang baik, badan 3usaha atau perusahaan tidak akan berjalan dengan lancar.
          Organisasi Bisnis adalah suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit). Agar bisnis dapat berjalan dengan sukses maka perlu diorganisasikan. Dalam mengorganisasi suatu bisnis tentunya harus memperhatikan unsur-unsur bisnis yang ada. Unsur bisnis yang perlu mendapat perhatian pengusaha yaitu lingkungan bisnis. Lingkungan mempunyai pengaruh besar pada efisiensi dari operasional perusahaan dan kemampuannya untuk memperoleh keuntungan, Untuk itu setiap pemilik dan pemimpin usaha harus memahami keadaan lingkungan dan dampak lingkungan tersebut terhadap perusahaan.

Bentuk-bentuk Hukum Badan Usaha di Indonesia dan Perbedaannya



          Badan Usaha adalah organisasi ekonomi yang berbentuk suatu badan hukum yang memiliki tujuan mencari laba atau keuntungan. Badan usaha di Indonesia menurut penanaman modal dibagi menjadi beberapa bagian seperti BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMS (Badan Usaha Milik Swasta), dan Badan Usaha Campuran. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah badan usaha yang seluruh modalnya ditanamkan dari Negara. Contoh dari BUMN adalah PLN, PAM, dan PT Pertamina. BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) adalah badan usaha yang seluruh modalnya milik Swasta. Contoh dari BUMS adalah PT Indofood, PT Wings, PT Oasis Water Internasional. Sedangkan Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya berasal dari Negara dan Swasta. Contoh dari Badan usaha campuran adalah PT Bank Central Asia.
          Sedangkan Badan usaha di Indonesia menurut hukum memiliki beberapa jenis seperti Perusahaan Perseorangan, Perseroan Terbatas (PT), Firma, Persekutuan Komanditer (CV), Yayasan, dan Koperasi. Perusahaan Perseorangan adalah badan usaha yang dimiliki oleh satu orang atau individu. Perseroan Terbatas (PT) adalah badan usaha yang modalnya berasal dari penjualan saham dan memiliki badan hukum tersendiri. Firma adalah badan usaha yang di bangun oleh dua orang atau lebih. Semua pemilik Firma memiliki tanggung jawab yang sama dalam perusahaan . Persekutuan Komanditer (CV) adalah badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang untuk menjalankan usahanya atau hanya menanamkan modal. Yayasan adalah badan usaha yang didirikan oleh seseorang atau pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Koperasi adalah badan usaha yang didirikan dengan prinsip kebersamaan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Ekonomi dan Bisnis



          Dalam  ilmu  ekonomi,  “Bisnis”  adalah  suatu  organisasi  yang  menghasilkan  dan  menjual  barang  atau  jasa  kepada  konsumen  dengan  tujuan  mendapatkan  laba  atau  keuntungan.  Secara  historis  kata  “bisnis”  berasal  dari  bahasa  inggris  yaitu  “business”  yang  memiliki  kata  dasar  “busy”  yang  berarti  sibuk.  Dalam  artian,  sibuk  mengerjakan  aktivitas  atau  pekerjaan  yang  mendatangkan  keuntungan.  Namun  tidak  semua  bisnis  bertujuan  mendapatkan  keuntungan,  seperti  bisnis  koperatif  yang  bertujuan  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  bersama.  Model  bisnis  seperti  ini  dimiliki  oleh  pemerintah,  masyarakat  umum,  atau  serikat  pekerja.
                                                                    
Keterangan :
Subjek          :                            
Predikat        :
Objek           :
Keterangan   :